Yogyakarta, Sabtu, 5 Mei 2012, Jam 10:00
Sebelum memulai Touring hari ini, pagi-pagi sekali aku minum kopi flores oleh-oleh dari Yustin. Top cer banget, mata langsung melek. Cocok buat perjalanan hari nanti. Ini adalah kali pertama aku Touring bareng teman-teman kelas pake motor. Tidak banyak persiapan, hanya motor yang akan kita gunakan harus dalam kondisi fit, agar perjalanan nanti berjalan dengan lancar. Sebelum berangkat, selain isi bahan bakar untuk motor, bahan bakar untuk kita juga harus diisi, Sarapan dulu ya :)
Persiapan Motor:
1.Cek Rem motor
1.Cek Rem motor
2.Cek Ban motor
3.Cek Rantai motor (kalo yang pake rantai)
4.Cek Oli motor
4.Isi bahan bakar fuul
"Ayo cepat, udah mau berangkat ini..." Teriak Yayat sang Leader Touring kami ke Dieng, Wonosobo. Aku menyempatkan diri mampir ke kamar Jayadi untuk Up Date status, hehe, "Road to Dieng". Terdengar lagi candaan Jayadi, "Udah bawa aja komputer ku, masukin tas". Aku dan beberapa teman tertawa mendengar ocehan Jayadi. Sambil berlalu, aku mengucapkan terimakasih kepada Jayadi.
Kami berkumpul di halaman asrama putra Basic Science, cek terakhir anggota yang mengikuti kegiatan ini. Ada 7 kendaraan bermotor dengan 14 personil (Yayat, Desi, Chichi, Tina, Kersa, Sandy, Apri, Almi, Irwan, Klara, Awan, Nina, Maman dan Witri). "Siap berangkat" Yayat memberi komando. Kami berangkat menuju Dieng, Wonosobo tepat jam 10 pagi.
| Chichifile. Chichi & Tina selesai ini Bensin, Sebelum Wonosobo |
Persiapan yang wajib dibawa :
- 1. Jaket
- 2. Mantel / Jas Hujan
- 3. Pakaian Ganti
- 4. Obat pribadi
- 5. DOMPET beserta isinya..
- 6. Kaos Kaki
- 7. Slayer atau masker
Setelah di terpa hujan panas, sekitar jam setengah 2 pm, kami tiba di Wonosobo. Kami mengisi bahan bakar dan mengisi perut yang mulai kosong. Ada yang memesan nasi goreng, bakso, mie ayam dan minumannya tea anget atau es tea. Haganya lumayan, tidak terlalu mahal. Kisaran harga makanan Rp 4000 - Rp 7000 dan untuk minuman dari harga Rp 2000. Harga murah perut kenyang. Setelah 30 menit istirahat, kamipun melanjutkan perjalanan.
| Chichifile. Makan Siang setelah isi Bensin, Wonosobo |
Perjalanan yang mengagumkan. Jalan menanjak dan berkelok-kelok. Pengalaman yang paling aku ingat, saat menanjak, motor matic yang aku kendarai mengalami kesulitan dalam menaklukkan jalan yang menanjak. Hal ini dikarenakan aku kurang mahir dalam mengendarai matic untuk jalan yang menanjak. Maklum, jalur yang sering aku lalui hanya kost - kampus. Agak takut juga, takut kalo motor tiba-tiba mati dan meluncur turun lagi :) Subhanallah, pemandangan yang sangat menakjubkan. Perkebunan yang sangat rapi dan indah di tengah-tengah jurang dan ditebing-tebing. Indaaaaah sekali.
| Chichifile. Tina, Chichi, Almi, Penginapan Asri |
Letak penginapan sangat strategis. Deket dengan Masjid dan deket dengan tempat-tempat wisata yang akan kami kunjungi keesokan harinya. Dari teras lantai dua, kami menikmati sore hari sambil menikmati energen dan memandangi perkebunan di kaki-kaki bukit, tidak begitu jauh dari penginapan serta kami memperhatikan warga yang berlalu lalang, tidak satupun warga yang tidak menggunakan jaket atau sweater. Ditambah lagi, warga yang laki-laki selalu membawa sarung kemana-mana. Sangat indah dan unik, suasana pedesaan yang asri, cocok untuk menghilangkan kepenatan dan kejenuhan pikiran setelah bekerja.
Setelah beberapa saat menikmati suasana, aku mengajak Almi untuk sholat ashar di masjid deket penginapan. masjidnya indah. Tidak lupa, aku dan Almi mengabadikan momen ini. JepretJepret. "Wooow...." Aku bergumam saat aku menyentuh air untuk berwudhu. Airnya sangaat dingin. Dingiiin banget. Di masjid, kami bertemu beberapa orang mahasiswa dari Jogja yang juga baru tiba di Dieng. Kami sholat berjamaah.
Waktunya mandi. Temen-temen pada ngantri mandi. Ngantri, tapi dalam suasana hati yang galau, mau mandi apa tidak. Haha, dinginnya menusuk hingga ke tulang. Suhu saat itu kira-kira 15 derajat. Cukup panas untuk warga Dieng. Tapi untuk pendatang seperti kami, ini adalah suhu yang sangat dingiiiin. Suhu AC ruangan aja 20 derajat udah dingin, apalagi suhu 15 derajat. Sambil ngantri mandi kami bercanda, setiap yang selesai mandi kami bertanya, "Berapa gayung???" Jadi, kami menyebutnya "Uji Nyali"
Setelah sholat magrib, kami bersama-sama mencari pengganjal perut untuk malam ini. Gilla,,,,udara dingin menusuk tulang. Kami berkeliling dan menemukan sate dan hanya dapat 8 porsi. Jadi, temen-temen yang tidak kebagian mencari makan malam yang lain. Untuk makan, kisaran harga di Dieng antara Rp 10.000 ke atas. Selesai makan, kami berkeliling untuk mencari perlengkapan yang dapat menghangatkan tubuh untuk tidur malam ini.
| Chichifile. Crew Makan Sate Unyu-unyu :) , Bersama warga (yang pake sarung Ijo) |
Sekitar jam 8 malam, kami masuk ke kamar masing-masing dengan sarung tangan, kaos kaki dan jaket tebal, berselimut tebal. Aku sekamar dengan Almi dan Tina. Kami tidur bertiga di ranjang Double bed. Tidur berdempetan lumayan untuk menghangatkan badan. Ggggrrrr....... Mari Tiduuur.