“Tittit….tittit…”
nada pendek poliponik hpku bordering menandakan ada pesan masuk. Aku yang
sedari tadi asik mencuci piring sisa-sisa makanku selama seminggu secepat kilat
membuka pesan singkat itu.
Chi,
jadikan???
Jam
2 kami ke tempatmu. Sekarang lagi nungguin Boz pulang sekolah.
Siap-siap
Ok!!!
Aku
termenung sejenak, dalam hati aku bergumam “ mmm… masih nungguin Boz, aku
lanjutin cuci piring dulu aaah….. “. Kira-kira 10 menit kemudian, belum nyampe
kamarku, aku udah mendengar teriakan Nakel “ Chiiiii…… cepaaaaat!!!!!”. Aku
kalang kabut, aku belom siap sama sekali. Dari tadi asik mencuci. Muka si Nakel
muncul bersama Boz Windra si Perfect to, Ricko si Funky dan Jay si Engkong
Gendut. Pembicaraan sengit pun terjadi.
“Dasar
nenek-nenek…kerjaannya nyuci terus, udah dibilang dari tadi disuruh siap-siap”
Kata Nikson si Nakel dengan nada khasnya yang membuat temen-temen yang lain
tertawa.
“Iya
kakek…. Ini aku mau ganti baju dulu, tunggu yaaa” aku menjawab sambil berlalu
di depan teman-teman. Masih terdengar suara nikson nyeletuk “ Chiiii…ikut
eeee…” dan di sambut tertawa lagi oleh teman-teman.
Begitulah
setiap hari, berada di antara 3 unyuk-unyuk itu membuat aku melupakan sejenak
beban workshop PPG selama ini. Ada aja yang dijadikan bahan buat ngebanyol.
Kalo udah kehabisan bahan, salah satu jurus andalan kami adalah menjadikan
salah satu diantara kami berempat sebagai objek tertawaan.
Happy
Puppy Selokan Mataram Jam 15.30
“Ambil
yang medium apa small mas” waitres Hepap bertanya kepada Windra.
“Bagaimana
teman-teman???” Windra kelihatan bingung dan rupanya ingin mengajak kami
bingung juga. Melihat kebingungan kami dan mengantisipasi kebingungan itu akan
menjadi kegalauan yang amat dahsyat (lengkitabayil banget), sang waitres seksi dengan
rambut panjang tergurai, baju kemeja press body ditambah lagi rok mini itupun
mulai menawarkan fasilitasnya (jangan berpikir jorok ya…hehe) “ bagaimana kalo
yang medium aja mas, bisa langsung masuk. Mmm..yang small nunggu lagi setengah
jam. Bagaimana???” mendengar penjelasan singkat sang waitres kami ber-6 kompak
menjawab “yang medium aja”. Setelah menyelesaikan nota pemesanan, kamipun
diantar oleh seorang pelayan laki-laki ke room yang telah kami pesan.
Setibanya
di room, masing-masing kami mulai memencet tombol untuk memilih lagu-lagu yang
akan kami nyanyikan. Lagu pertama dimulai dengan Boz Windra menyanyikan lagunya
Vidi Aldiano. Mmm…semua terpana, suaranya adeeem banget. Setelah menyelesaikan
lagu pertama, ada point yang mulai bergerak, bergerak dan berhenti di angka 90.
Tiba-tiba semuanya teriak “yeee…” dan disambung dengan tertawa. Selanjutnya
Ricko menyanyikan lagunya Adrian Martadinata. Suara ricko khas, enak didengar,
lembut. Yang lain juga diam sambil merenung memikirkan lagu apa lagi ya yang
mau dinyannyiin. Ternyata suara Ricko hanya mendapat point 90, like Windra. Selanjutnya, tiba giliran
aku. Aku memilih menyanyikan lagu Gaby Idol, Begitu Indah. Akupun mulai
menyanyi dengan khusyuknya, sesekali terdengar backing vocal dari Ricko. Mmm cukup nice duet maut tadi. Tapi apa pemirsa, hasil yang diperoleh membuat
pemirsa semua terkejut, point untuk lagu ini adalah…… (degdegan layaknya
menonton pertandingan marathon..haha..ga nyambung banged ya..) 00. Spontan semua
yang hadir tertawa terbahak-bahak melihat point tragis itu, aku yang merasa
menjadi korban tertawaan sedikit demi sedikit meleleh seperti lilin (Lebay
lagi….). “haha…..nol….” kata Nikson mulai mengejek. “itu seratus bukan nol”
jawabku sinis tapi sambil senyum-senyum. Teman-teman yang lain juga ikut
tertawa.
Lagu berikutnya dibawakan oleh Tinatun yaitu lagu Big-big world. Melihat Tina beraksi di atas kursi kami semua tertawa dan mengikuti gaya Tina. Mengangguk-anggukkan kepala ke kanan dan kekiri sambil jari telunjuk ditempelkan di pipi. Pokoknya, imuuuuuuuut banget. Unyu-unyuuuuu deeehhh….. semua merasa terhibur dan membuat perut sedikit sakit karena dari tadi tertawa melulu. Yang menghebohkan lagi, point yang diperoleh Tina, ternyata saat ini pemirsa, Point Tinatun adalah 96!!! “yeeeeee!!!!” Tina melompat kegirangan dan kami berlima saling berpandangan satu sama lain, menatap kenyataan pahit ini. Lagu yang lucu seperti itu mendapatkan point paling Gede.
Lagu selanjutnya, artis yang sangat kita tunggu-tunggu….Niksoooon!!!! hahaha…. Nikson menyanyikan lagu Cherry Bell. Yang konon katanya adalah Nikson penggemar berat Cristy Cerry Bell. Cinta matilah. Kamipun menikmati lagu yang dibawakan Nikson. Kami layaknya Girl Band menari menirukan gaya andalan Cerry Bell, kedua tangan di buka membentuk kelopak bunga di bawah dagu dan ditambah cengiran kuda dengan senyum yang paling manis sedunia. Point akhir menunjukkan angka 86. Selanjutnya, Engkong akan membawakan sebuah lagu andalannya yaitu lagu dari Sheila on 7 yang berjudul Pria Kesepian. Semua tertawa lagi. Engkong memulai lagunya dan kami berdiri sambil melompat-lompat dan bernyanyi layaknya menonton Sheila Konser. Point Engkong 90 juga.
Lagu berikutnya dibawakan oleh Tinatun yaitu lagu Big-big world. Melihat Tina beraksi di atas kursi kami semua tertawa dan mengikuti gaya Tina. Mengangguk-anggukkan kepala ke kanan dan kekiri sambil jari telunjuk ditempelkan di pipi. Pokoknya, imuuuuuuuut banget. Unyu-unyuuuuu deeehhh….. semua merasa terhibur dan membuat perut sedikit sakit karena dari tadi tertawa melulu. Yang menghebohkan lagi, point yang diperoleh Tina, ternyata saat ini pemirsa, Point Tinatun adalah 96!!! “yeeeeee!!!!” Tina melompat kegirangan dan kami berlima saling berpandangan satu sama lain, menatap kenyataan pahit ini. Lagu yang lucu seperti itu mendapatkan point paling Gede.
Lagu selanjutnya, artis yang sangat kita tunggu-tunggu….Niksoooon!!!! hahaha…. Nikson menyanyikan lagu Cherry Bell. Yang konon katanya adalah Nikson penggemar berat Cristy Cerry Bell. Cinta matilah. Kamipun menikmati lagu yang dibawakan Nikson. Kami layaknya Girl Band menari menirukan gaya andalan Cerry Bell, kedua tangan di buka membentuk kelopak bunga di bawah dagu dan ditambah cengiran kuda dengan senyum yang paling manis sedunia. Point akhir menunjukkan angka 86. Selanjutnya, Engkong akan membawakan sebuah lagu andalannya yaitu lagu dari Sheila on 7 yang berjudul Pria Kesepian. Semua tertawa lagi. Engkong memulai lagunya dan kami berdiri sambil melompat-lompat dan bernyanyi layaknya menonton Sheila Konser. Point Engkong 90 juga.
Begitulah
seterusnya kami berenam bernyanyi hingga kerongkongan perih, kering dan
keringat bercucuran. Dari lagu pop Indonesia, barat, sampe dangdut kami
nyanyikan untuk menghabiskan waktu dua jam. Lagunya Adele, Smash, Ayu Ting
ting, Simple Plant, Jessy J, Afgan dan banyak lagi lagu-lagu galau yang kami
nyanyikan.
Tidak
terasa waktu hampir menunjukkan jam 16:30. Tiba-tiba mas pelayan yang mukanya
mirip BoyBand masuk sambil membawa nota pembayaran. Kami lagi asik dan
seru-serunya berjoget dangdut ala Trio Macan langsung kaget dan tiba-tiba
menghentikan aksinya. Bersamaan dengan hilangnya mas tersebut dari balik pintu,
kami semua pun tertawa terbahak-bahak menertawakan kekonyolan kami. Selesainya
satu lagu terakhir tadi, kamipun bersiap-siap pulang dan tidak lupa memeriksa
barang-barang bawaan kami, takut ada yang ketinggalan.
Kami meninggalkan room karoke dengan tawa yang masih menghiasi bibir kami. Nyampe parkiran ternyata lagi gerimis. Waktu yang sedikit ini pun dimanfaatkan gerombolan unyu-unyu untuk ngebanyol lagi. Hasil akhir, mulut pegel-pegel karena dari tadi ngebanyol dan tertawa. Setelah gerimisnya kami anggap sudah bisa dilewati, kamipun bergegas mengambil motor masing-masing dan saling berpamitan. Kami pulang. Lain Kali lagi yaaa……. Hehehe
Kami meninggalkan room karoke dengan tawa yang masih menghiasi bibir kami. Nyampe parkiran ternyata lagi gerimis. Waktu yang sedikit ini pun dimanfaatkan gerombolan unyu-unyu untuk ngebanyol lagi. Hasil akhir, mulut pegel-pegel karena dari tadi ngebanyol dan tertawa. Setelah gerimisnya kami anggap sudah bisa dilewati, kamipun bergegas mengambil motor masing-masing dan saling berpamitan. Kami pulang. Lain Kali lagi yaaa……. Hehehe
Ciao…..
Grazie…..
^_^
(Yogyakarta,
13/03/2011 07:00-07:35)
Maaf baru diposting ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar